Raining spell for
love
Suasana di rumah sakit di daerah pondok indah, Jakarta
selatan sore itu cukup ramai. Terjadi kecelakaan yang mengakibatkan seorang
pengendara sepeda motor mengalami pendarahan dihidung dan telinga. Dokter Keira
yang bertugas di IGD pu bergegas melakukan pertolongan dan pemeriksaan. Dibantu
dengan para perawat muda yang sedang magang. Setelah selesai melakukan
pemeriksaan dan penanganan kepada pasien dokter tersebut keluar dari ruang IGD.
Seseorang tiba-tiba memanggilnya, “Dokter Keira!”.
Perempuan tersebut segera menoleh kearah sumber suara. Setelah
mengetahui siapa yang menyapanya, Keira langsung mengulas senyum. Orang
tersebut adalah Dokter Tania. Teman dekat Keira.
Keira adalah seorang dokter umum disalah satu rumah sakit
swasta di kota Jakarta Selatan. Diusianya yang ke 28, dia menjadi dokter muda
yang dikagumi banyak orang karena kesabaran dan kegigihannya. Keira tipe orang
yang selalu cuek terhadap segala omongan yang datang kepadanya dan hanya focus
kepada apa yang ingin dituju dan diraih. Itulah kenapa Tania, teman keira,
sangat mengagumi dirinya.
Keira dan Tania sudah menjadi teman sejak mereka satu
jurusan saat berkuliah dulu. Mereka bahkan koas di rumah sakit yang sama sehingga
akhirnya mereka bekerja di tempat yang sama pula. Bagi Tania, Keira adalah
teman sekaligus saudara perempuannya.
“Tania.” Sapa Keira. Tania pun bergegas menghampiri
temannya. Dia langsung memeluk Keira erat.
“pulang dari rumah sakit nanti nonton yuk!. Udah lama nih
kita gak jalan bareng.” Ajak Tania.
Seketika Keira langsung meringis. Dia teringat dengan
janjinya kepada Erlangga, kekasihnya, untuk nonton film di bioskop sekaligus makan
malam hari ini. Mereka sudah berjanji untuk menghabiskan waktu berdua setelah
beberapa minggu ini Erlangga disibukkan dengan urusan kantor.
“sorry banget ya, aku gak bisa kalo hari ini. Aku udah ada
janji sama Erlangga mau kencan. udah lama kita gak kencan soalnya. Terus dia
bilang mau ngomongin sesuatu yang penting gitu.” Keira berbicara kepada Tania
dengan tatapan memohon pengertian. Tania yang mendapat respon tidak sesuai
dengan harapannya pun akhirnya merengut. Tapi kemudian dia menghela napas dan
berkata,
“it’s okay. Lain kali aja kalau begitu. Lagian emang kalian
jarang ketemu sih akhir-akhir ini. Jadi ya wajar kalau kalian mau melepas
rindu.”
Tania mengatakan hal tersebut dengan nada mengejek. Tetapi
yang diejek hanya tersenyum dan mengangguk. Akhirnya setelah mendapat penolakan
dari Keira, Tania pun pamit pergi untuk visit pasien.
Setelah kepergian Tania, Keira pun melanjutkan Langkah ke
ruangannya untuk istirahat. Di dalam ruangan yang tidak terlalu luas itu Keira
melamun. Memikirkan hubungannya dengan Erlangga yang sudah berjalan selama
hampir tiga tahun.
Masih terekam jelas diingatannya Ketika dia bertemu dengan
Erlangga yang merupakan sepupu Natasha, sahabat Keira dan Tania sewaktu kuliah
dulu. Saat itu Ketika dia dan Tania sedang
berkunjung ke rumah Natasha karena sudah lama mereka tidak bertemu, kebetulan
disana ada Erlangga. Kemudian natasha memperkenalkan keira dan tania kepada
erlangga. Erlangga memperkenalkan diri sebagai seorang general manager. Selesai
perkenalan singkat itu Erlangga merasa tertarik kepada Keira hingga akhirnya
dia mendekati Keira.
Pada saat itu Keira terlalu takut untuk menjalani sebuah
relationship karena dia terlalu sering melihat toxic relationship disekitarnya.
Apalagi tentang background keluarganya. Dia selalu merasa takut dan insecure.
Tetapi Erlangga terus meyakinkan Keira bahwa Erlangga mencintainya dan pria
tersebut merasa patut diberi kesempatan untuk itu. Erlangga terus menerus
memberi perhatian kepada Keira yang akhirnya membuat perempuan itu luluh dan
menerima cinta Erlangga.
Hingga kini, sebenarnya Keira bingung. Dia memang mencintai
Erlangga. Siapa juga yang tidak mencintai pria tampan dan penuh cinta seperti
Erlangga. Apalagi pria itu sangat mencintai ibunya. Tetapi dia masih tidak tahu
akan seperti apa akhir dari relationship ini. Karena sejujurnya, Keira tidak
mau menikah. Dia tidak mau berkomitmen dengan membentuk sebuah keluarga. Dia
terlalu takut untuk itu. keadaan keluarganya yang menjadi alasan ketakutan itu.
Ditengah-tengah lamunannya, tiba-tiba ponsel Keira berbunyi.
Keira segera menerima panggilan tersebut.
“Halo, Ad. Ada apa?” sapa Keira.
Seseorang diseberang sana menjawab, “Nanti pulang kerja
saya mau berkunjung ke rumah ibu, Kak. Kakak mau dibawakan sesuatu mungkin?”
Orang diseberang sana melanjutkan, “Ibu sama Naira seperti
biasa, saya akan bawakan makanan kesukaan mereka.”
“Oh, gak usah gapapa. Kamu langsung mampir aja ke rumah ya. Nanti
aku gak langsung pulang soalnya ada janji. Tapi Naira ada di rumah kok.” Keira
berusaha menjelaskan bahwa walaupun di rumah tidak ada dirinya, tetapi masih
ada Naira. Naira adalah adik tirinya. Anak dari ibu dan ayah tirinya yang
sekarang tinggal bersama Keira.
“oke kak kalau begitu saya tutup teleponnya ya.” orang itu
berpamitan kepada Keira.
“iya, Ad.”
Tut. Telepon pun akhirnya terputus.
Seseorang yang baru saja menelepon Keira adalah adik tiri
Keira yang bernama Adrian. Iya. Keira mempunyai dua adik tiri. Jika Naira
adalah anak dari ibunya, maka Adrian adalah anak dari ayahnya dengan istri ke-duanya.
Keira, Adrian dan Naira mereka walaupun hanya sebatas saudara tiri, tetapi
mereka tetap menjaga tali persaudaraan. Sesekali Adrian sering berkunjung ke rumha
Keira.
Adrian adalah anak piatu. Ibu Adrian sudah meninggal Karena
sakit ketika dia berusia lima tahun. Karena ayah Adrian merasa tidak sanggup
merawat anaknya sendirian akhirnya ayah Adrian menitipkan Adrian kepada paman
dan bibinya sampai Adrian lulus sekolah menengah atas. Tapi sekarang Adrian sudah
dewasa dan sudah mempunyai penghasilan sendiri sehingga dia memutuskan untuk
keluar dari rumah bibi dan pamannya dan menyewa rumah. Tetapi setiap akhir
pekan dia masih mengunjungi rumah pamannya.
Lalu bagaimana kabar ayah Keira dan Adrian? Ayah mereka
sudah menikah lagi dan mempunyai keluarga barunya di Kalimantan.
Seperti itulah gambaran keluarga Keira. Benar-benar rumit.
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, itu berarti
sudah waktunya Keira meninggalkan rumah sakit. Perempuan tersebut langsung menuju
toilet untuk merapikan penampilannya. Setelah itu dia bergegas ke parkiran
untuk mencari mobilnya. Keira masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan
sedang. Jalanan ibukota sedang tidak terlalu macet hari ini.
Dan Ketika sudah sampai di tempat yang dituju, dia segera menelepon
Erlangga agar memberitahunya dimana posisi laki-laki tersebut.
Ketika laki-laki diseberang sana mengangkat panggilannya, Keira
bersuara,
“Kamu ada dimana? Aku sudah ditempat.”
“Ada di belakangmu.” Suara Erlangga terdengar dalam
ponsel Keira.
Keira menoleh ke belakang dengan smartphonenya yang masih
menempel ditelinga. Seketika Keira tertegun. Hari ini Erlangga terlihat begitu
menawan dengan setelan kemeja berwarna putih dan celana kain hitam ditambah
dengan fantofel yang mengkilat. Apalagi pria itu menggulung lengan kemejanya
hingga siku. Rambutnya yang ditata rapi memperlihatkan keningnya yang seksi. Ugh,
dan jangan lupakan kamata yang bertengger diatas hidungnya yang mancung itu. Semua
itu semakin menambah pesonanya di mata Keira.
Keira tidak tahu kenapa dia menjadi gugup dan deg degan
seperti ini. Dan lagi, Erlangga terlihat lebih menawan dari biasanya. Mungkin karena
sudah lama tidak berjumpa dan memendam rindu, jadi perasaannya sekarang
meluap-luap.
Erlangga tersenyum. Senyum yang sangat manis dan membuat
para gadis meleleh. Kemudian dia mematikan telepon, memasukkannya kedalam celana
kainnya. Keira yang gugup juga melakukan hal yang sama terhadap ponselnya dan
langsung memasukkan smartphonenya kedalam tas.
Erlangga meraih tangan gadis itu untuk digandeng.
“kamu kenapa gugup gitu?” tanya Erlangga dengan raut geli. Tidak
biasanya dia melihat kekasihnya gugup seperti ini.
“siapa yang gugup? Aku gak gugup. Cuma kaget aja tadi kamu
dibelakangku.”
Keira yang malu karena ketahuan sedang gugup langsung menjawab
pertanyaan Erlangga dengan nada penyangkalan yang terdengar lucu.
“masa sih?” sambil masih menahan rasa gelinya terhadap Keira.
Keira hanya diam.
“yaudah ayo masuk keburu malem nanti.” Tidak ingin membuat
keira tambah malu, akhirnya Erlangga langsung mengajak Keira memasuki bioskop
karena Erlangga sudah membeli tiketnya tadi.
Setelah selesai menonton film yang sukses membuat Keira
Jerit-jerit sepanjang film diputar, mereka kemudian memutuskan untuk menuju ke restoran
yang mereka pilih untuk makan malam. Erlangga dan Keira mengendarai mobilnya
masing-masing.
Erlangga mengarahkan Keira ke restoran yang berada di daerah
Senopati Jakarta Selatan. Nama restoran tersebut adalah Nana Dining. Restoran tersebut
menyediakan makanan Indonesia dengan
rasa luar biasa unik dan tentunya taste nya yang berasa “makanan mewah” itulah
yang membuat restoran ini cukup terkenal. Erlangga sudah melakukan reservasi disitu
seminggu sebelumnya. Dia mangajak Keira untuk merasakan hal baru dengan makan
di Nana Dining. Erlangga lebih dulu tiba disana kemudian disusul dengan
masukknya mobil Keira.
Ketika keira keluar dari mobilnya, Erlangga menghampirinya. Pria
itu tiba-tiba mengelus rambut Panjang Keira, kemudian menangkupkan tangan
kirinya di pipi gadis itu. Erlangga menatap mata keira dengan dalam. Pria itu seperti
sedang mencoba mengatakan sesuatu.
Tetapi tentu saja keira tidak tahu apa maksudnya, sehingga
dia hanya bisa manatap mata laki-laki itu dengan pertanyaan yang mengendap
diotaknya. Keira yang menyadari bahwa mereka masih berada di parkiran restoran akhirnya
dengan halus melepaskan tangan Erlangga. Erlangga lagi-lagi hanya tersenyum sambal
berkata, “Ayo.”
Pria itu menarik tangan kekasihnya dan menggandengnya. Memasuki
restoran bagian dalam, Keira bisa merasakan suasana yang nyaman dan hangat. Erlangga
mereservasi meja dibagian dekat jendela dengan dua tempat duduk yang saling berhadapan.
Setelah mereka memilih menu, Erlangga memulai percakapan.
“gimana tempat ini menurut kamu, Ra?”
“Bagus dan nyaman. Menunya unik-unik walaupun aku belum nyobain
gimana rasanya. Tapi semoga aja rasanya enak ya, harga per porsinya selangit
sih.” Keira mencoba berkata dengan jujur tetapi diselipi dengan nada candaan.
Walaupun dia tahu pasti bahwa dia tidak perlu mengeluarkan
uang untuk menikmati hal-hal mewah seperti ini, karena Erlangga pasti akan
dengan siap mengeluarkan dompetnya.
Mendengar kalimat dari Keira, Erlangga tertawa dan mencoba
meraih tangan Keira untuk digengam.
Dalam hati Erlangga berdoa semoga Keira jawaban Keira hari
ini sesuai dengan harapannya. Sejujurnya Erlangga saat ini sedang gugup. Tetapi
akhirnya kegugupan itu dibuyarkan oleh kedatangan pelayan yang membawa makanan
yang mereka pesan.
Mereka berdua menikmati makanan dengan khidmat.
Erlangga lebih dahulu selesai makan lebih dahulu. Dia mengamati
Keira yang sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba saja rasa gugup itu Kembali Ketika
dia melihat keira yang sudah selesai dengan makanannya. Ini saatnya Erlangga mengatakan
tujuannya.
“Ra.” Erlangga mencoba memulai dengan memanggil Keira.
“hmm?” keira hanya menjawab dengan gumaman.
“aku mau bicara sesuatu sama kamu. Tapi sebelum itu, biarkan
aku bicara sampai selesai dan jangan memotong. Kamu mengerti?” Erlangga berusaha
meminta pengertian dari kekasihnya.
Keira akhirnya hanya bisa mengangguk dengan perasaan tidak
menentu. Antara takut dan ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Erlangga.
Erlangga menarik nafas pelan. Sambal berdoa didalam hati. Karena
ini akan menjadi pengalaman pertamanya.
“Ra,”
…
“kita sudah menjalin hubungan kurang lebih hampir tiga
tahun. Aku yakin kamu sudah tau kemana arah hubungan ini akan berakhir. Kita sama-sama
sudah dewasa. Aku gak mungkin macarin kamu hanya untuk seneng-seneng sedangkan
usiaku sudah gak muda lagi. Sewaktu aku nembak kamu, aku udah memikirkan akan
berakhir kemana hubungan ini. Kamu pasti paham Ra apa maksudku. Sekarang aku mau
nanya sama kamu. Kamu mau enggak menjadi pendamping hidupku, menghabiskan masa
tua bareng sama aku?”
Keira yang tidak menyangka bahwa Erlangga akan mengatakan
hal tersebut padanya hanya bisa terdiam. Dia berusaha menelan air ludah susah payah.
Melihat Keira yang hanya diam, akhirnya Erlangga bersuara
lagi.
“Ra. Kamu jawab dong, Ra.”
“kalo kamu hari ini bilang ‘yes’, Besok aku bakalan datengin
orang tua kamu buat minta ijin ngelamar kamu secara resmi.
Kita gak bisa berhubungan kayak gini terus, Ra. Usiaku udah
matang. Aku udah tiga puluh satu tahun. aku cinta sama kamu. Dan yakin kamu
juga sudah cinta kan sama aku kan? Aku tahu dulu awal-awal kamu nerima aku bukan
karena kamu merasakan cinta seperti yang aku rasakan. Kamu nerima aku karena
kamu mulai merasa terbiasa ada aku yang ngedeketin kamu terus, iya kan?”
Keira semakin terdiam. Dia terkejut mengetahui bahwa
Erlangga tahu tentang alasannya dulu. Apa dia terlalu mudah dibaca? Dia memang menerima
Erlangga menjadi kekasihnya karena dia merasa terbiasa dengan kehadiran
Erlangga disekitarnya. Keira menerima Erlangga menjadi kekasih pertamanya. Walaupun
Erlangga bukan cinta pertama bagi Keira, tetapi menjalin hubungan dengan
seorang pria adalah pengamalan pertama gadis itu.
“Tiga tahun kita bareng terus. Tiga tahun kita ngelewatin
banyak hal Bersama. Kamu gak ingin hidup bareng aku, Ra? Kamu cinta sama aku
kan, Ra?”
Erlangga terus berusaha memancing Keira agar bersuara. Pria itu
menggenggam erat tangan Keira. Sedangkan Keira semakin gelisah. Kalau ditanya apakah
dia mencintai Erlangga atau tidak, tentu saja dia mencintai pria itu. Tetapi Keira
tidak mampu mengatakannya. Dia terlalu takut.
Tidak hanya Keira yang gelisah, Erlangga pun terlihat lebih
gelisah menantikan kekasihnya membuka mulut. Dia takut mendengar jawaban Keira.
Benarkah Keira sudah mencintainya? Atau selama ini dia hanya berasumsi saja? Selama
ini Erlangga selalu yakin bahwa dia bisa membuat Keira mencintainya walaupun
diawal hubungan mereka hanya Erlangga yang jatuh cinta. Tapi bukankah cinta
bisa datang karena terbiasa?
“Aku…..maaf aku gak bisa.” Dan akhirnya Keira bersuara. Tetapi
bukan itu jawaban yang diharapkan oleh Erlangga.
“Kenapa? Kenapa kamu gak bisa? Apa kamu belum siap? Atau jangan-jangan
aku salah mengira selama ini? Kamu masih belum mencintai aku?
Aku selama dua tahun lebih berusaha membuat kamu mencintai
aku, Ra. Karena aku punya mimpi bisa menikahi kamu dan hidup Bahagia bareng kamu.
Apa yang membuat kamu gak mau menikah sama aku, Ra? Apa jangan-jangan ini
masalah status social diantara keluarga kita? Ra, keluargaku gak sepicik itu. Keluargaku
gak—”
“bukan! Bukan itu.” Keira menyela omongan Erlangga. Sungguh Keira
ingin mengatakan dengan keras bahwa dia sangat mencintai pria itu. Tetapi dia
tidak mempunyai keberanian. Dia takut akan pernikahan. Dia takut jika menikah nanti
dia tidak bisa setia seperti ayahnya, dan takut dia menjadi seorang ibu yang keras,
pemarah dan tidak sabar seperti ibunya. Dia takut menikah kemudian bercerai seperti
ayah dan ibunya.
Melihat ibunya yang bertengkar setiap hari dengan ayah
tirinya benar-benar mempengaruhi pribadi dan mentalitas gadis itu. Apalagi melihat
ayah kandungnya yang bahkan tidak peduli dengan keadaan anak-anaknya dari kedua
pernikahannya yang dulu. Ayahnya bahkan sudah tiga kali menikah, sedangkan
ibunya sudah dua kali. Semua itu benar-benar menjadi beban mentalnya. Setiap hari
dia semakin ketakutan setiap mendengar orang membahas pernikahan.
Terlalu lama diam dan
menahan diri, akhirnya Keira mulai mengatakan keresahan hatinya.
“aku gak mau menikah dan berkomitmen karena aku takut.”
“takut? Takut apa? Ngomong yang jelas, Ra!”
Keira tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya pelan.
Tidak ingin menjelaskan apapun. Tidak, Keira tidak ingin menjelaskan alasan
ketakutannya kepada Erlangga karena itu sama artinya dengan membuka aib keluarganya.
Jelas Keira tidak mau.
Tidak ingin berlama-lama disana, Keira segera bangkit dari
duduknya. Dia ingin pulang saja. Baru saja dia melangkah, dia mendengar
Erlangga bersuara lagi yang membuatnya terdiam memunggungi pria itu sembari
menahan tangis.
“Aku udah bikin kesepakatan sama mamaku. Kalau aku gak bisa bawa
kamu kepelaminan, itu artinya aku setuju buat dikenalin ke anak teman mama. Sekarang
kuncinya ada di kamu, Ra. Sekali kamu melangkah dari sini tanpa memberi jawaban
yang aku harapkan, maka kita selesai.”
Dada Keira terasa sesak saat mendengar ucapan Erlangga. Dia ingin
menangis dengan keras. Tetapi dia merasa memang tidak seharusnya Erlangga berakhir
dengan gadis yang bermental tidak sehat seperti dirinya. Sampai kapanpun
dirinya tidak akan berani melangkah ke relationship yang serius. Rasa takut
yang menyelimuti dirinya mengalahkan rasa cintanya untuk pria itu. Jadi sekalipun
dia sangat mencintai Erlanga, maka pilihan yang diambil oleh Keira adalah
melangkah menjauhi restoran itu tanpa memberikan jawaban yang diinginkan oleh Erlangga.
Enam bulan setelah berakhirnya makan malam mereka, Keira dan
Erlanga sudah tidak lagi berhubungan, baik bertemu langsung maupun melalui
telepon. Keira sudah tidak lagi mengingat kesedihannya. Dirinya terlalu
disibukkan dengan pasien-pasiennya. Walaupun terkadang ada rindu dihatinya. Ingin
sekali dia pergi menemui Erlangga. Dia merindukan pria tampan itu. Merindukan
senyumnya yang menawan, suaranya yang merdu dan seksi. Keira merindukan semua
hal tentang Erlangga.
Hari ini hari kamis. Keira sudah pulang ke luar dari rumah
sakit sejak jam 14.30 WIB. Sekarang dia sedang menghabiskan me time nya disalah
satu café di daerah Kemang Jakarta selatan. Dia duduk seorang diri dipojok kafe
dekat dengan jendela.
Disaat dia sedang memakan ice cream matcha sambil membuka
instagramnya, tiba-tiba dia melihat Natasha memposting sebuah foto acara
pertunangan. Sosok yang ada didalam foto itu yang membuat Keira tiba-tiba
merasa sesak dan sakit. Tiba-tiba dia ingin menangis, tangannya yang sedang
memegang smartphonenya sampai bergetar. Disaat pulang dari makan malam terakhirnya
Bersama Erlangga dulu dia bahkan tidak bisa menangis. Hari ini dengan dengan
segala kekuatan yang dia punya, dia berusaha tersenyum menerima segala yang
sudah menjadi keputusannya. Katakanlah dia insane karena melepas orang setulus
Erlangga. Tapi dia akan tetap tegar. Entah sejak kapan dia merasakan hujan turun
dari matanya membasahi pipinya. Ini kah akhir dari kisah cintanya? Dalam hati
dia berkata bahwa semua ini sudah benar.
Dia tetap mencintai pria itu walaupun mereka sudah tidak Bersama
lagi. Seseorang pernah berkata bahwa mencintai tidak harus memiliki. Dan yeah,
kisah cinta Keira berakhir sampai disini.
Disaat dia sedang meratapi patah hatinya, tiba-tiba dia
teringat dengan salah satu lagu milik Super Junior yang liriknya mencerminkan
isi hatinya saat ini. Dia pun mulai mengambil earpods dan memakainya di
telinga. Kemudian dia mulai memutar lagu tersebut.
Raining spell for love
(super junior)
I loved you from the start, you know
It's never gonna change
I swear to god
Your sighs make me lose my speech
Your lips are silent
You and I have stopped in time (in this place)
No one is in the rain
But just one lone umbrella
I stop in place at the emptiness of it
I cover my ears, it can't be
I close my eyes
Pretending nothing is wrong, But I know
I don't know why, but rain is falling in my eyes
I couldn't say anything like that, just for a day
Catch the cloud that is getting far away
So the raindrops that block you won't stop
Catch the ticking time
So this moment can freeze and love won't stop
The sky is cloudy and is spilling out tears
I call out to you from the top of my lungs
But even the echo with your name
Gets locked in the rain
It's okay if it swallows me
My heart won't get wet
Love won't stop
Don't wash out the spreading memories
(Don't try to erase it)
Don't try to melt the connection
(Don't try to cut it)
Ice-like rain has engraved in my heart
This endless raining spell
If there is a spell that makes you come back to me
If you come back
Even if my entire body gets wet, I can take it
Catch the cloud that is getting far away
So the raindrops that block you won't stop
Catch the ticking time
So this moment can freeze and love won't stop
I hold out my hand, I loudly call out to you
But it fades away at the pouring rain
After holding back, you fall again in my heart
When will the tears stop?
Catch the cloud that is getting far away
So the raindrops that block you won't stop
Catch the ticking time
So this moment can freeze and love won't stop
I wander, looking for the lost you
I resent the rain that let you go
But I will hold onto the last rain drop
As I close my eyes
So love won't stop
NOTE:
^Cerita ini dibuat oleh Ela Rosalia.
^Beberapa karakter dan adegan diatas dibuat berdasarkan kisah nyata dan dibumbui dengan imajinasi author sendiri.
^Ide keseluruhan cerita ini terinspirasi dari lagu Super Junior - Raining Spell for Love.
^Tampak kacau sekali cerita saya. Maklum lah penulis amatir. Khayalannya masih level sinetron indosiar. Ku menangiisss...
I give you the link to watch and listen to super junior's song
Super Junior - Raining Spell for Love
Tidak ada komentar:
Posting Komentar