Minggu, 16 Mei 2021

short story Indo ver

 

Raining spell for love

 

Suasana di rumah sakit di daerah pondok indah, Jakarta selatan sore itu cukup ramai. Terjadi kecelakaan yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor mengalami pendarahan dihidung dan telinga. Dokter Keira yang bertugas di IGD pu bergegas melakukan pertolongan dan pemeriksaan. Dibantu dengan para perawat muda yang sedang magang. Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan penanganan kepada pasien dokter tersebut keluar dari ruang IGD. Seseorang tiba-tiba memanggilnya, “Dokter Keira!”.

Perempuan tersebut segera menoleh kearah sumber suara. Setelah mengetahui siapa yang menyapanya, Keira langsung mengulas senyum. Orang tersebut adalah Dokter Tania. Teman dekat Keira.

Keira adalah seorang dokter umum disalah satu rumah sakit swasta di kota Jakarta Selatan. Diusianya yang ke 28, dia menjadi dokter muda yang dikagumi banyak orang karena kesabaran dan kegigihannya. Keira tipe orang yang selalu cuek terhadap segala omongan yang datang kepadanya dan hanya focus kepada apa yang ingin dituju dan diraih. Itulah kenapa Tania, teman keira, sangat mengagumi dirinya.

Keira dan Tania sudah menjadi teman sejak mereka satu jurusan saat berkuliah dulu. Mereka bahkan koas di rumah sakit yang sama sehingga akhirnya mereka bekerja di tempat yang sama pula. Bagi Tania, Keira adalah teman sekaligus saudara perempuannya.

“Tania.” Sapa Keira. Tania pun bergegas menghampiri temannya. Dia langsung memeluk Keira erat.

“pulang dari rumah sakit nanti nonton yuk!. Udah lama nih kita gak jalan bareng.” Ajak Tania.

Seketika Keira langsung meringis. Dia teringat dengan janjinya kepada Erlangga, kekasihnya,  untuk nonton film di bioskop sekaligus makan malam hari ini. Mereka sudah berjanji untuk menghabiskan waktu berdua setelah beberapa minggu ini Erlangga disibukkan dengan urusan kantor.

“sorry banget ya, aku gak bisa kalo hari ini. Aku udah ada janji sama Erlangga mau kencan. udah lama kita gak kencan soalnya. Terus dia bilang mau ngomongin sesuatu yang penting gitu.” Keira berbicara kepada Tania dengan tatapan memohon pengertian. Tania yang mendapat respon tidak sesuai dengan harapannya pun akhirnya merengut. Tapi kemudian dia menghela napas dan berkata,

“it’s okay. Lain kali aja kalau begitu. Lagian emang kalian jarang ketemu sih akhir-akhir ini. Jadi ya wajar kalau kalian mau melepas rindu.”

Tania mengatakan hal tersebut dengan nada mengejek. Tetapi yang diejek hanya tersenyum dan mengangguk. Akhirnya setelah mendapat penolakan dari Keira, Tania pun pamit pergi untuk visit pasien.

Setelah kepergian Tania, Keira pun melanjutkan Langkah ke ruangannya untuk istirahat. Di dalam ruangan yang tidak terlalu luas itu Keira melamun. Memikirkan hubungannya dengan Erlangga yang sudah berjalan selama hampir tiga tahun.

Masih terekam jelas diingatannya Ketika dia bertemu dengan Erlangga yang merupakan sepupu Natasha, sahabat Keira dan Tania sewaktu kuliah dulu.  Saat itu Ketika dia dan Tania sedang berkunjung ke rumah Natasha karena sudah lama mereka tidak bertemu, kebetulan disana ada Erlangga. Kemudian natasha memperkenalkan keira dan tania kepada erlangga. Erlangga memperkenalkan diri sebagai seorang general manager. Selesai perkenalan singkat itu Erlangga merasa tertarik kepada Keira hingga akhirnya dia mendekati Keira.

Pada saat itu Keira terlalu takut untuk menjalani sebuah relationship karena dia terlalu sering melihat toxic relationship disekitarnya. Apalagi tentang background keluarganya. Dia selalu merasa takut dan insecure. Tetapi Erlangga terus meyakinkan Keira bahwa Erlangga mencintainya dan pria tersebut merasa patut diberi kesempatan untuk itu. Erlangga terus menerus memberi perhatian kepada Keira yang akhirnya membuat perempuan itu luluh dan menerima cinta Erlangga.

Hingga kini, sebenarnya Keira bingung. Dia memang mencintai Erlangga. Siapa juga yang tidak mencintai pria tampan dan penuh cinta seperti Erlangga. Apalagi pria itu sangat mencintai ibunya. Tetapi dia masih tidak tahu akan seperti apa akhir dari relationship ini. Karena sejujurnya, Keira tidak mau menikah. Dia tidak mau berkomitmen dengan membentuk sebuah keluarga. Dia terlalu takut untuk itu. keadaan keluarganya yang menjadi alasan ketakutan itu.

Ditengah-tengah lamunannya, tiba-tiba ponsel Keira berbunyi. Keira segera menerima panggilan tersebut.

“Halo, Ad. Ada apa?” sapa Keira.

Seseorang diseberang sana menjawab, “Nanti pulang kerja saya mau berkunjung ke rumah ibu, Kak. Kakak mau dibawakan sesuatu mungkin?”

Orang diseberang sana melanjutkan, “Ibu sama Naira seperti biasa, saya akan bawakan makanan kesukaan mereka.”

“Oh, gak usah gapapa. Kamu langsung mampir aja ke rumah ya. Nanti aku gak langsung pulang soalnya ada janji. Tapi Naira ada di rumah kok.” Keira berusaha menjelaskan bahwa walaupun di rumah tidak ada dirinya, tetapi masih ada Naira. Naira adalah adik tirinya. Anak dari ibu dan ayah tirinya yang sekarang tinggal bersama Keira.

“oke kak kalau begitu saya tutup teleponnya ya.” orang itu berpamitan kepada Keira.

“iya, Ad.”

Tut. Telepon pun akhirnya terputus.

Seseorang yang baru saja menelepon Keira adalah adik tiri Keira yang bernama Adrian. Iya. Keira mempunyai dua adik tiri. Jika Naira adalah anak dari ibunya, maka Adrian adalah anak dari ayahnya dengan istri ke-duanya. Keira, Adrian dan Naira mereka walaupun hanya sebatas saudara tiri, tetapi mereka tetap menjaga tali persaudaraan. Sesekali Adrian sering berkunjung ke rumha Keira.

Adrian adalah anak piatu. Ibu Adrian sudah meninggal Karena sakit ketika dia berusia lima tahun. Karena ayah Adrian merasa tidak sanggup merawat anaknya sendirian akhirnya ayah Adrian menitipkan Adrian kepada paman dan bibinya sampai Adrian lulus sekolah menengah atas. Tapi sekarang Adrian sudah dewasa dan sudah mempunyai penghasilan sendiri sehingga dia memutuskan untuk keluar dari rumah bibi dan pamannya dan menyewa rumah. Tetapi setiap akhir pekan dia masih mengunjungi rumah pamannya.

Lalu bagaimana kabar ayah Keira dan Adrian? Ayah mereka sudah menikah lagi dan mempunyai keluarga barunya di Kalimantan.

Seperti itulah gambaran keluarga Keira. Benar-benar rumit.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, itu berarti sudah waktunya Keira meninggalkan rumah sakit. Perempuan tersebut langsung menuju toilet untuk merapikan penampilannya. Setelah itu dia bergegas ke parkiran untuk mencari mobilnya. Keira masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan sedang. Jalanan ibukota sedang tidak terlalu macet hari ini.

Dan Ketika sudah sampai di tempat yang dituju, dia segera menelepon Erlangga agar memberitahunya dimana posisi laki-laki tersebut.

Ketika laki-laki diseberang sana mengangkat panggilannya, Keira bersuara,

“Kamu ada dimana? Aku sudah ditempat.”

Ada di belakangmu.” Suara Erlangga terdengar dalam ponsel Keira.

Keira menoleh ke belakang dengan smartphonenya yang masih menempel ditelinga. Seketika Keira tertegun. Hari ini Erlangga terlihat begitu menawan dengan setelan kemeja berwarna putih dan celana kain hitam ditambah dengan fantofel yang mengkilat. Apalagi pria itu menggulung lengan kemejanya hingga siku. Rambutnya yang ditata rapi memperlihatkan keningnya yang seksi. Ugh, dan jangan lupakan kamata yang bertengger diatas hidungnya yang mancung itu. Semua itu semakin menambah pesonanya di mata Keira.

Keira tidak tahu kenapa dia menjadi gugup dan deg degan seperti ini. Dan lagi, Erlangga terlihat lebih menawan dari biasanya. Mungkin karena sudah lama tidak berjumpa dan memendam rindu, jadi perasaannya sekarang meluap-luap.

Erlangga tersenyum. Senyum yang sangat manis dan membuat para gadis meleleh. Kemudian dia mematikan telepon, memasukkannya kedalam celana kainnya. Keira yang gugup juga melakukan hal yang sama terhadap ponselnya dan langsung memasukkan smartphonenya kedalam tas.

Erlangga meraih tangan gadis itu untuk digandeng.

“kamu kenapa gugup gitu?” tanya Erlangga dengan raut geli. Tidak biasanya dia melihat kekasihnya gugup seperti ini.

“siapa yang gugup? Aku gak gugup. Cuma kaget aja tadi kamu dibelakangku.”

Keira yang malu karena ketahuan sedang gugup langsung menjawab pertanyaan Erlangga dengan nada penyangkalan yang terdengar lucu.

“masa sih?” sambil masih menahan rasa gelinya terhadap Keira.

Keira hanya diam.

“yaudah ayo masuk keburu malem nanti.” Tidak ingin membuat keira tambah malu, akhirnya Erlangga langsung mengajak Keira memasuki bioskop karena Erlangga sudah membeli tiketnya tadi.

 

Setelah selesai menonton film yang sukses membuat Keira Jerit-jerit sepanjang film diputar, mereka kemudian memutuskan untuk menuju ke restoran yang mereka pilih untuk makan malam. Erlangga dan Keira mengendarai mobilnya masing-masing.

Erlangga mengarahkan Keira ke restoran yang berada di daerah Senopati Jakarta Selatan. Nama restoran tersebut adalah Nana Dining. Restoran tersebut  menyediakan makanan Indonesia dengan rasa luar biasa unik dan tentunya taste nya yang berasa “makanan mewah” itulah yang membuat restoran ini cukup terkenal. Erlangga sudah melakukan reservasi disitu seminggu sebelumnya. Dia mangajak Keira untuk merasakan hal baru dengan makan di Nana Dining. Erlangga lebih dulu tiba disana kemudian disusul dengan masukknya mobil Keira.

Ketika keira keluar dari mobilnya, Erlangga menghampirinya. Pria itu tiba-tiba mengelus rambut Panjang Keira, kemudian menangkupkan tangan kirinya di pipi gadis itu. Erlangga menatap mata keira dengan dalam. Pria itu seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu.

Tetapi tentu saja keira tidak tahu apa maksudnya, sehingga dia hanya bisa manatap mata laki-laki itu dengan pertanyaan yang mengendap diotaknya. Keira yang menyadari bahwa mereka masih berada di parkiran restoran akhirnya dengan halus melepaskan tangan Erlangga. Erlangga lagi-lagi hanya tersenyum sambal berkata, “Ayo.”

Pria itu menarik tangan kekasihnya dan menggandengnya. Memasuki restoran bagian dalam, Keira bisa merasakan suasana yang nyaman dan hangat. Erlangga mereservasi meja dibagian dekat jendela dengan dua tempat duduk yang saling berhadapan.

Setelah mereka memilih menu, Erlangga memulai percakapan.

“gimana tempat ini menurut kamu, Ra?”

“Bagus dan nyaman. Menunya unik-unik walaupun aku belum nyobain gimana rasanya. Tapi semoga aja rasanya enak ya, harga per porsinya selangit sih.” Keira mencoba berkata dengan jujur tetapi diselipi dengan nada candaan.

Walaupun dia tahu pasti bahwa dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati hal-hal mewah seperti ini, karena Erlangga pasti akan dengan siap mengeluarkan dompetnya.

Mendengar kalimat dari Keira, Erlangga tertawa dan mencoba meraih tangan Keira untuk digengam.

Dalam hati Erlangga berdoa semoga Keira jawaban Keira hari ini sesuai dengan harapannya. Sejujurnya Erlangga saat ini sedang gugup. Tetapi akhirnya kegugupan itu dibuyarkan oleh kedatangan pelayan yang membawa makanan yang mereka pesan.

Mereka berdua menikmati makanan dengan khidmat.

Erlangga lebih dahulu selesai makan lebih dahulu. Dia mengamati Keira yang sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba saja rasa gugup itu Kembali Ketika dia melihat keira yang sudah selesai dengan makanannya. Ini saatnya Erlangga mengatakan tujuannya.

“Ra.” Erlangga mencoba memulai dengan memanggil Keira.

“hmm?” keira hanya menjawab dengan gumaman.

“aku mau bicara sesuatu sama kamu. Tapi sebelum itu, biarkan aku bicara sampai selesai dan jangan memotong. Kamu mengerti?” Erlangga berusaha meminta pengertian dari kekasihnya.

Keira akhirnya hanya bisa mengangguk dengan perasaan tidak menentu. Antara takut dan ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Erlangga.

Erlangga menarik nafas pelan. Sambal berdoa didalam hati. Karena ini akan menjadi pengalaman pertamanya.

“Ra,”

“kita sudah menjalin hubungan kurang lebih hampir tiga tahun. Aku yakin kamu sudah tau kemana arah hubungan ini akan berakhir. Kita sama-sama sudah dewasa. Aku gak mungkin macarin kamu hanya untuk seneng-seneng sedangkan usiaku sudah gak muda lagi. Sewaktu aku nembak kamu, aku udah memikirkan akan berakhir kemana hubungan ini. Kamu pasti paham Ra apa maksudku. Sekarang aku mau nanya sama kamu. Kamu mau enggak menjadi pendamping hidupku, menghabiskan masa tua bareng sama aku?”

Keira yang tidak menyangka bahwa Erlangga akan mengatakan hal tersebut padanya hanya bisa terdiam. Dia berusaha menelan air ludah susah payah.

Melihat Keira yang hanya diam, akhirnya Erlangga bersuara lagi.

“Ra. Kamu jawab dong, Ra.”

“kalo kamu hari ini bilang ‘yes’, Besok aku bakalan datengin orang tua kamu buat minta ijin ngelamar kamu secara resmi.

Kita gak bisa berhubungan kayak gini terus, Ra. Usiaku udah matang. Aku udah tiga puluh satu tahun. aku cinta sama kamu. Dan yakin kamu juga sudah cinta kan sama aku kan? Aku tahu dulu awal-awal kamu nerima aku bukan karena kamu merasakan cinta seperti yang aku rasakan. Kamu nerima aku karena kamu mulai merasa terbiasa ada aku yang ngedeketin kamu terus, iya kan?”

Keira semakin terdiam. Dia terkejut mengetahui bahwa Erlangga tahu tentang alasannya dulu. Apa dia terlalu mudah dibaca? Dia memang menerima Erlangga menjadi kekasihnya karena dia merasa terbiasa dengan kehadiran Erlangga disekitarnya. Keira menerima Erlangga menjadi kekasih pertamanya. Walaupun Erlangga bukan cinta pertama bagi Keira, tetapi menjalin hubungan dengan seorang pria adalah pengamalan pertama gadis itu.

“Tiga tahun kita bareng terus. Tiga tahun kita ngelewatin banyak hal Bersama. Kamu gak ingin hidup bareng aku, Ra? Kamu cinta sama aku kan, Ra?”

Erlangga terus berusaha memancing Keira agar bersuara. Pria itu menggenggam erat tangan Keira. Sedangkan Keira semakin gelisah. Kalau ditanya apakah dia mencintai Erlangga atau tidak, tentu saja dia mencintai pria itu. Tetapi Keira tidak mampu mengatakannya. Dia terlalu takut.

Tidak hanya Keira yang gelisah, Erlangga pun terlihat lebih gelisah menantikan kekasihnya membuka mulut. Dia takut mendengar jawaban Keira. Benarkah Keira sudah mencintainya? Atau selama ini dia hanya berasumsi saja? Selama ini Erlangga selalu yakin bahwa dia bisa membuat Keira mencintainya walaupun diawal hubungan mereka hanya Erlangga yang jatuh cinta. Tapi bukankah cinta bisa datang karena terbiasa?

“Aku…..maaf aku gak bisa.” Dan akhirnya Keira bersuara. Tetapi bukan itu jawaban yang diharapkan oleh Erlangga.

“Kenapa? Kenapa kamu gak bisa? Apa kamu belum siap? Atau jangan-jangan aku salah mengira selama ini? Kamu masih belum mencintai aku?

Aku selama dua tahun lebih berusaha membuat kamu mencintai aku, Ra. Karena aku punya mimpi bisa menikahi kamu dan hidup Bahagia bareng kamu. Apa yang membuat kamu gak mau menikah sama aku, Ra? Apa jangan-jangan ini masalah status social diantara keluarga kita? Ra, keluargaku gak sepicik itu. Keluargaku gak—”

“bukan! Bukan itu.” Keira menyela omongan Erlangga. Sungguh Keira ingin mengatakan dengan keras bahwa dia sangat mencintai pria itu. Tetapi dia tidak mempunyai keberanian. Dia takut akan pernikahan. Dia takut jika menikah nanti dia tidak bisa setia seperti ayahnya, dan takut dia menjadi seorang ibu yang keras, pemarah dan tidak sabar seperti ibunya. Dia takut menikah kemudian bercerai seperti ayah dan ibunya.

Melihat ibunya yang bertengkar setiap hari dengan ayah tirinya benar-benar mempengaruhi pribadi dan mentalitas gadis itu. Apalagi melihat ayah kandungnya yang bahkan tidak peduli dengan keadaan anak-anaknya dari kedua pernikahannya yang dulu. Ayahnya bahkan sudah tiga kali menikah, sedangkan ibunya sudah dua kali. Semua itu benar-benar menjadi beban mentalnya. Setiap hari dia semakin ketakutan setiap mendengar orang membahas pernikahan.

 Terlalu lama diam dan menahan diri, akhirnya Keira mulai mengatakan keresahan hatinya.

“aku gak mau menikah dan berkomitmen karena aku takut.”

“takut? Takut apa? Ngomong yang jelas, Ra!”

Keira tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya pelan. Tidak ingin menjelaskan apapun. Tidak, Keira tidak ingin menjelaskan alasan ketakutannya kepada Erlangga karena itu sama artinya dengan membuka aib keluarganya. Jelas Keira tidak mau.  

Tidak ingin berlama-lama disana, Keira segera bangkit dari duduknya. Dia ingin pulang saja. Baru saja dia melangkah, dia mendengar Erlangga bersuara lagi yang membuatnya terdiam memunggungi pria itu sembari menahan tangis.

“Aku udah bikin kesepakatan sama mamaku. Kalau aku gak bisa bawa kamu kepelaminan, itu artinya aku setuju buat dikenalin ke anak teman mama. Sekarang kuncinya ada di kamu, Ra. Sekali kamu melangkah dari sini tanpa memberi jawaban yang aku harapkan, maka kita selesai.”

Dada Keira terasa sesak saat mendengar ucapan Erlangga. Dia ingin menangis dengan keras. Tetapi dia merasa memang tidak seharusnya Erlangga berakhir dengan gadis yang bermental tidak sehat seperti dirinya. Sampai kapanpun dirinya tidak akan berani melangkah ke relationship yang serius. Rasa takut yang menyelimuti dirinya mengalahkan rasa cintanya untuk pria itu. Jadi sekalipun dia sangat mencintai Erlanga, maka pilihan yang diambil oleh Keira adalah melangkah menjauhi restoran itu tanpa memberikan jawaban yang diinginkan oleh Erlangga.

Enam bulan setelah berakhirnya makan malam mereka, Keira dan Erlanga sudah tidak lagi berhubungan, baik bertemu langsung maupun melalui telepon. Keira sudah tidak lagi mengingat kesedihannya. Dirinya terlalu disibukkan dengan pasien-pasiennya. Walaupun terkadang ada rindu dihatinya. Ingin sekali dia pergi menemui Erlangga. Dia merindukan pria tampan itu. Merindukan senyumnya yang menawan, suaranya yang merdu dan seksi. Keira merindukan semua hal tentang Erlangga.

Hari ini hari kamis. Keira sudah pulang ke luar dari rumah sakit sejak jam 14.30 WIB. Sekarang dia sedang menghabiskan me time nya disalah satu café di daerah Kemang Jakarta selatan. Dia duduk seorang diri dipojok kafe dekat dengan jendela.

Disaat dia sedang memakan ice cream matcha sambil membuka instagramnya, tiba-tiba dia melihat Natasha memposting sebuah foto acara pertunangan. Sosok yang ada didalam foto itu yang membuat Keira tiba-tiba merasa sesak dan sakit. Tiba-tiba dia ingin menangis, tangannya yang sedang memegang smartphonenya sampai bergetar. Disaat pulang dari makan malam terakhirnya Bersama Erlangga dulu dia bahkan tidak bisa menangis. Hari ini dengan dengan segala kekuatan yang dia punya, dia berusaha tersenyum menerima segala yang sudah menjadi keputusannya. Katakanlah dia insane karena melepas orang setulus Erlangga. Tapi dia akan tetap tegar. Entah sejak kapan dia merasakan hujan turun dari matanya membasahi pipinya. Ini kah akhir dari kisah cintanya? Dalam hati dia berkata bahwa semua ini sudah benar.

Dia tetap mencintai pria itu walaupun mereka sudah tidak Bersama lagi. Seseorang pernah berkata bahwa mencintai tidak harus memiliki. Dan yeah, kisah cinta Keira berakhir sampai disini.

Disaat dia sedang meratapi patah hatinya, tiba-tiba dia teringat dengan salah satu lagu milik Super Junior yang liriknya mencerminkan isi hatinya saat ini. Dia pun mulai mengambil earpods dan memakainya di telinga. Kemudian dia mulai memutar lagu tersebut.  

 

Raining spell for love

(super junior)

 

I loved you from the start, you know

It's never gonna change

I swear to god

Your sighs make me lose my speech

Your lips are silent

You and I have stopped in time (in this place)

 

No one is in the rain

But just one lone umbrella

I stop in place at the emptiness of it

 

I cover my ears, it can't be

I close my eyes

Pretending nothing is wrong, But I know

 

I don't know why, but rain is falling in my eyes

I couldn't say anything like that, just for a day

 

Catch the cloud that is getting far away

So the raindrops that block you won't stop

Catch the ticking time

So this moment can freeze and love won't stop

 

The sky is cloudy and is spilling out tears

I call out to you from the top of my lungs

But even the echo with your name

Gets locked in the rain

It's okay if it swallows me

My heart won't get wet

Love won't stop

 

Don't wash out the spreading memories

(Don't try to erase it)

Don't try to melt the connection

(Don't try to cut it)

 

Ice-like rain has engraved in my heart

This endless raining spell

If there is a spell that makes you come back to me

If you come back

Even if my entire body gets wet, I can take it

 

Catch the cloud that is getting far away

So the raindrops that block you won't stop

Catch the ticking time

So this moment can freeze and love won't stop

 

I hold out my hand, I loudly call out to you

But it fades away at the pouring rain

After holding back, you fall again in my heart

When will the tears stop?

 

Catch the cloud that is getting far away

So the raindrops that block you won't stop

Catch the ticking time

So this moment can freeze and love won't stop

 

I wander, looking for the lost you

I resent the rain that let you go

But I will hold onto the last rain drop

As I close my eyes

So love won't stop 


NOTE: 

^Cerita ini dibuat oleh Ela Rosalia. 

^Beberapa karakter dan adegan diatas dibuat berdasarkan kisah nyata dan dibumbui dengan imajinasi author sendiri. 

^Ide keseluruhan cerita ini terinspirasi dari lagu Super Junior - Raining Spell for Love. 

^Tampak kacau sekali cerita saya. Maklum lah penulis amatir.  Khayalannya masih level sinetron indosiar. Ku menangiisss... 

                                

I give you the link to watch and listen to super junior's song 

Super Junior - Raining Spell for Love 




 

 

 

Short Story English version

 

Raining spell for love

 

The atmosphere at the hospital in the Pondok Indah area, South Jakarta was quite busy that afternoon. An accident occurred which resulted in a motorcyclist bleeding in the nose and ears. Doctor Keira, who was in charge of the emergency room, rushed to carry out help and examination. Assisted by young nurses who are currently interning. After completing the examination and handling of the patient the doctor came out of the emergency room. Someone suddenly called out to her,

"Doctor Keira!"

The woman immediately turned towards the source of the voice. After knowing who greeted her, Keira immediately smiled. This person is Doctor Tania. Keira's close friend.

Keira is a general practitioner at a private hospital in South Jakarta. At 28, she became a young doctor who was admired by many for her patience and persistence. Keira is the type of person who is always ignorant of all the talk that comes to her and only focuses on what she wants to aim for and achieve. That's why Tania, Keira's friend, admires her so much.

Keira and Tania have been friends since they were in the same department when they were in college. They even work in the same hospital, so they end up working in the same place. For Tania, Keira is both her friend and sister.

"Tania." Keira say hello to her. Tania also rushed over to her friend. She immediately hugged Keira tightly.

"Come home from the hospital, let's watch a movie with me please! It's been a long time since we went out together. " Invite Tania.

Instantly Keira grimaced. She remembered her promise to Erlangga, her Boyfriend, to watch a movie in the cinema as well as eat dinner today. They had promised to spend some time alone after Erlangga had been busy with office matters for several weeks.

"I'm really sorry, I can't do it today. I already have an appointment with Erlangga to go on a date. It's been a while since we dated the problem. Then he said he wanted to talk about something important. " Keira spoke to Tania with a look asking for understanding. Tania, who got a response that didn't match her expectations, finally frowned. But then she sighed and said,

“It's okay. Next time, then. Anyway, you really didn't see each other these days. So, it's natural that you want to let go dating.”

Tania said this in a mocking tone. But those who were being ridiculed only smiled and nodded. Finally, after receiving a refusal from Keira, Tania said goodbye to go to visit her patients.

After Tania's leaving, Keira continued walking into her room to rest. In the not too large room, Keira was daydreaming. Thinking about her relationship with Erlangga which has been running for almost three years.

Her memory is still clearly recorded when she meets Erlangga, who is Natasha's cousin, Keira and Tania's best friend when they were in college. At that time, when she and Tania were visiting Natasha's house because they had not seen each other for a long time, Erlangga happened to be there. Then Natasha introduced Keira and Tania to Erlangga. Erlangga introduces himself as a general manager. After that short introduction, Erlangga felt attracted to Keira until he finally approached Keira.

At that time Keira was too scared to have a relationship because she saw too many toxic relationships around her. Especially about her family background. She was always afraid and insecure. But Erlangga continued to convince Keira that Erlangga loved her and the man felt he deserved the opportunity. Erlangga continues to pay attention to Keira which ultimately makes her melt and receive Erlangga's love.

Until now, Keira was actually confused. She really loves Erlangga. Who doesn't love a handsome and loving man like Erlangga. Moreover, the man loved his mother very much. But she still doesn't know what the end of this relationship will be like. Because to be honest, Keira doesn't want to get married. She didn't want to commit to starting a family. She was too scared for that. her family's condition was the reason for the fear.

In the midst of her reverie, suddenly Keira's cellphone rang. Keira immediately received the call.

"Hello, Ad. What’s wrong?" said Keira.

Someone across the street replied, "I'll come home from work to visit mom, Sis. Do you want to bring something, maybe?"

The person on the other side continued, "Mom and Naira as usual, I will bring their favorite food."

"Oh, don't worry. You just come to the house. I'll not go home right away because I have an appointment. But Naira is at home anyway.” Keira tried to explain that even though there is not her at home, there is still Naira. Naira is her half-sister. The daughter of her mother and stepfather who now lives with Keira.

"Okay sis then I'll hang up the phone, okay?" that person said goodbye to Keira.

"Yes, Ad."

Tut. The phone finally disconnected.

The one who just called Keira is Keira's half-brother, Adrian. Yes. Keira has two half-brothers. If Naira is the daughter of her mother, then Adrian is the son of her father and the father’s second wife. Keira, Adrian and Naira, even though they are only half-brother-sister, but they still maintain the ties of brotherhood. Occasionally Adrian often visits Keira's house.

Adrian is an orphan. Adrian's mother had died due to illness when he was five years old. Because Adrian's father felt unable to care for his child alone, finally Adrian's father entrusted Adrian to his uncle and aunt until Adrian graduated from high school. But now Adrian is an adult and already has his own income so he decided to leave his aunt and uncle's house and rent a house. But every weekend he still visited his uncle's house.

Then how's Keira and Adrian's father? Their father has remarried and has a new family in Kalimantan. That's what the Keira family describes. It's really complicated.

When the time showed 18.30 WIB, it meant that it was time for Keira to leave the hospital. The woman went straight to the toilet to tidy up her appearance. After that she rushed to the parking lot to find his car. Keira got into her car and was driving at medium speed. The streets of the capital are not very congested today.

And when she arrived at the destination, she immediately called Erlangga to tell him where the man's position was.

When the man on the other side picked up her call, Keira voiced,

"Where are you? I've been in place. "

"I’m behind you." Erlangga's voice was heard on Keira's cellphone.

Keira looked back with her smartphone still attached to her ear. Instantly Keira was stunned. Today Erlangga looks so charming with a white shirt and black cloth pants coupled with a shiny phantom. Moreover, the man rolled up his shirt sleeves to his elbows. His neatly styled hair reveals his sexy forehead. Ugh, and don't forget the eyeglasses perched on top of his sharp nose. All that added to his charm in Keira's eyes.

Keira didn't know why she became nervous and excited like this. And again, Erlangga looked even more charming than usual. Maybe because it has been a long time since they met and harbored longing for it, so her feelings are now overflowing.

Erlangga smiled. Such a cute smile that made the girls melt. Then he turned off the phone, tucked it into his cloth pants. Keira who was nervous also did the same with her cellphone and immediately put the smartphone into the bag.

Erlangga took the girl's hand to hold.

"Why are you so nervous?" asked Erlangga with an amused expression. It was unusual for him to see her girlfriend nervous like this.

“Who's nervous? I'm not nervous. Just shocked you were behind me. "

Keira, who was embarrassed because she was caught nervous, immediately answered Erlangga's question in a denial tone that sounded funny.

"Really?" while still holding back his feelings of amusement towards Keira.

Keira was silent.

"Okay, let's go hurry tonight." Not wanting to make Keira even more embarrassed, finally Erlangga immediately invited Keira to enter the cinema because Erlangga had already bought the ticket earlier.

After finishing watching the successful film that made Keira scream throughout the film, they then decided to head to the restaurant they had chosen for dinner. Erlangga and Keira drove their respective cars.

Erlangga directed Keira to a restaurant in the Senopati area, South Jakarta. The name of the restaurant is Nana Dining. This restaurant provides Indonesian food with an extraordinary unique taste and of course the taste that feels like “luxury food” is what makes this restaurant quite famous. Erlangga had made a reservation there a week before. He invited Keira to experience new things by eating at Nana Dining. Erlangga first arrived there, then followed by the entry of Keira's car.

When Keira got out of her car, Erlangga walked over to her. The man suddenly stroked Keira's Long hair, then cupped his left hand on the girl's cheek. Erlangga looked Keira's eyes deeply. The man seemed like he was trying to say something.

But definitely Keira didn't know what he meant, so she could only stare into the boy's eyes with the question that had settled in her mind. Keira, who realized that they were still in the restaurant parking lot, finally gently let go of Erlangga's hand. Erlangga again just smiled and said, "Come on."

The man grabbed his lover's hand and took her. Entering the inner restaurant, Keira could feel a nice and warm atmosphere. Erlangga reserved a table near the window with two seats facing each other.

After they chose the menu, Erlangga started a conversation.

"What do you think of this place, Ra?"

“Nice and comfortable. The menu is unique even though I haven't tried it how it tastes. But I hope it tastes good, the price per portion is exorbitant." Keira tried to say honestly but was interrupted with a joking tone.

Even though she knew for sure that she didn't need to spend money to enjoy luxurious things like this, because Erlangga would definitely be ready to take out his wallet.

Hearing Keira's words, Erlangga laughed and tried to grab Keira's hand to hold.

In his heart, Erlangga prayed that Keira's answer today will match his expectations. To be honest, Erlangga is currently nervous. But finally, the nervousness was broken by the arrival of the waiter who brought the food they ordered.

They both enjoyed the meal solemnly.

Erlangga finished eating first. He observed Keira who was enjoying his meal. Suddenly the nervousness returned when he saw Keira who had finished with her meal. This is the time for Erlangga to say his goal.

"Ra." Erlangga tried to start by calling Keira.

"Hmm?" Keira just muttered in reply.

"I want to talk to you something. But before that, let me talk to the end and don't interrupt. Do you understand?" Erlangga tried to ask for understanding from his lover.

Keira finally could only nod with uncertainty. Between being scared and wanting to know what Erlangga would say.

Erlangga sighed softly at the same time praying in his heart. Because this will be his first experience.

"Ra,"

“…”

"We have been in a relationship for about three years. I'm sure you already know where this relationship will end. We're both adults. I couldn’t possibly make a relationship with you just for fun while I'm not young anymore. When I confessed to you, I was already thinking where this relationship will end. You must know what I mean. Now I want to ask you. Do you want to be my life companion, spend your age with me?"

Keira, who did not expect that Erlangga would say this to her, could only be silent. She tried to swallow hardly.

Seeing Keira who was just silent, finally Erlangga made his voice again.

"Ra. Say something please, Ra. "

"If today you say 'yes', tomorrow I'll come to your parents to ask permission to propose to you officially.

We can't keep in touch like this, Ra. My age is too mature. I'm thirty-one years old. I love you. And I’m sure you already love me, right? I know first time you accepted me not because you felt love like I feel. You accept me because you start to feel used to me having to keep you close to you, right?"

Keira grew silent. She was surprised to know that Erlangga knew about the reason in the past. Is she too easy to read? she did accept Erlangga as her lover because she felt used to Erlangga's presence around her. Keira accepted Erlangga to be her first lover. Even though Erlangga is not Keira's first love, having a relationship with a man is her first experience.

"We have been together for three years. Three years we've gone through a lot together. You don't want to live with me, Ra? You love me, right? "

Erlangga kept trying to get Keira to speak up. The man gripped Keira's hand tightly. Meanwhile, Keira was getting restless. When asked whether she loves Erlangga or not, of course she loves him. But Keira was unable to say. She's too scared.

Not only is Keira nervous, Erlangga also looks more anxious waiting for his girlfriend to open her mouth. He was afraid to hear Keira's answer. Is it true that Keira loves him? Or had he been making assumptions all this time? So far, Erlangga has always believed that he could make Keira love him even though at the beginning of their relationship only Erlangga fell in love. But can't love come from being used to it?

"I ... I'm sorry I can't." And finally, Keira made a sound. But that was not the answer Erlangga had hoped for.

"Why? Why can't you? Are you not ready yet? Or was it that I was mistaken all this time? You still don't love me? I spent more than two years trying to make you love me, Ra. Because I have a dream that I can marry you and live happily with you. What made you not want to marry me, Ra? Could it be that this is a matter of social status among our families? Ra, my family is not that small. My family doesn't— "

"not! It is not that." Keira interrupted Erlangga's words. Keira really wanted to say out loud that she really loved that man. But she didn't have the courage. She is afraid of marriage. She was afraid that if she married later, she would not be faithful like her father, and was afraid that she would become a mother who was tough, angry and impatient like her. She is afraid to marry and then divorce like her father and mother.

Seeing her mother fighting every day with her stepfather really affected the girl's personality and mentality. Especially seeing her biological father who doesn't even care about the state of his children from his two previous marriages. Her father has even been married three times, while her mother has been twice. All of that really became a mental burden. Really, she does not want to feel it all. Every day she got more and more terrified when she heard people discussing marriage.

Too long silent and holding back, finally Keira began to say her heart restlessness.

"I don't want to get married and commit because I'm afraid."

"afraid? Afraid of what? Speak clearly, Ra!”

Keira didn't answer and just shook her head softly. Don't want to explain anything. No, Keira didn't want to explain the reason for her fear to Erlangga because it was tantamount to exposing her family to shame. Obviously, Keira didn't want to.

Not wanting to linger there, Keira immediately got up from her seat. She just wanted to go home. Just when she took a step, she heard Erlangga voice again which made her fall silent with her back to the man while holding back tears.

"I've made a deal with my mother. If I can't marry you, that means I agree to introduced to the daughter of my mom's friends. Now the key is in you, Ra. Once you step out of here without giving me the answer I expected, then we're done.”

Keira's chest felt tight when she heard Erlangga's words. She wanted to cry out loud. But she felt that Erlangga shouldn't end up with a girl with an unhealthy mentality like herself. Until whenever she will not dare to step into a serious relationship. The fear that enveloped her overpowered her love for him. So even though she really loves Erlangga, then the choice taken by Keira is to step away from the restaurant without giving Erlangga the answer he wanted.

Six months after the end of their dinner, Keira and Erlangga were no longer in touch, either in person or by phone. Keira no longer remembered her sadness. She was too busy with her patients in the hospital. Although sometimes there is a longing in her heart. She really wanted to go to see Erlangga. She missed that handsome man. Missing his charming smile, his sweet and sexy voice. Keira missed everything about Erlangga.

Today is Thursday. Keira has been discharged from the hospital since 14.30 WIB. Now she is spending her time at a café in the Kemang area of ​​South Jakarta. She sat alone in the corner of the cafe near the window.

 

When she was eating matcha ice cream while opening her Instagram, suddenly she saw Natasha posting a photo of the engagement event. The figure in the photo made Keira suddenly feel suffocated and sick. Suddenly she wanted to cry, her hand that was holding her smartphone shook. When she came home from her last dinner with Erlangga she couldn't even cry. Today with all the strength she has, she tries to smile accepting everything that has become her decision. You can say that she was insane because she let go of someone as sincere as Erlangga. But she will remain strong. She didn’t realize since when she felt the rain falling from her eyes down her cheeks. Is this the end of her love story? In her heart she said that this was all right.

She still loves him even though they are not together anymore. Someone once said that Love may not always keep us together. And yeah, Keira's love story ends here.

While she was lamenting her heartbreak, she suddenly remembered one of Super Junior's songs whose lyrics reflect her current heart. She started to earpod and put them on her ears. Then she started playing the song.  

 

Raining spell for love

(super junior)

 

I loved you from the start, you know

It's never gonna change

I swear to god

Your sighs make me lose my speech

Your lips are silent

You and I have stopped in time (in this place)

 

No one is in the rain

But just one lone umbrella

I stop in place at the emptiness of it

 

I cover my ears, it can't be

I close my eyes

Pretending nothing is wrong, But I know

 

I don't know why, but rain is falling in my eyes

I couldn't say anything like that, just for a day

 

Catch the cloud that is getting far away

So the raindrops that block you won't stop

Catch the ticking time

So this moment can freeze and love won't stop

 

The sky is cloudy and is spilling out tears

I call out to you from the top of my lungs

But even the echo with your name

Gets locked in the rain

It's okay if it swallows me

My heart won't get wet

Love won't stop

 

Don't wash out the spreading memories

(Don't try to erase it)

Don't try to melt the connection

(Don't try to cut it)

 

Ice-like rain has engraved in my heart

This endless raining spell

If there is a spell that makes you come back to me

If you come back

Even if my entire body gets wet, I can take it

 

Catch the cloud that is getting far away

So the raindrops that block you won't stop

Catch the ticking time

So this moment can freeze and love won't stop

 

I hold out my hand, I loudly call out to you

But it fades away at the pouring rain

After holding back, you fall again in my heart

When will the tears stop?

 

Catch the cloud that is getting far away

So the raindrops that block you won't stop

Catch the ticking time

So this moment can freeze and love won't stop

 

I wander, looking for the lost you

I resent the rain that let you go

But I will hold onto the last rain drop

As I close my eyes

So love won't stop

 

NOTE: 

^This short story is written by Ela rosalia. 

^Some characters and scenes are based on the true story and peppered with the author's imaginations. 

^The whole story idea was inspired by Super Junior's song - Raining Spell for Love. 

^Tampak kacau sekali cerita saya. Maklum lah penulis amatir.  Khayalannya masih level sinetron indosiar. Ku menangiisss...  


I give you the Link to watch and listen to Super Junior's Song 

Live Clip Super Junior - Raining Spell for Love (remake ver)



 

 

Horror Short story

Name: Ela Rosalia NIM: 180511100069 Class: Creative Writing 6B Dormitory ghost I feel like it's hard to open my eyes, but the so...